Kerugian Karhutla 2025 Rp 6,7 Triliun, Turun Tajam dari El Nino 2019
Arah Baru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan perbandingan antara nilai kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan besarnya dampak positif dari upaya mitigasi yang dilakukan sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerugian yang tercatat tahun ini berada di angka Rp 6,7 triliun.
“Tahun 2025 yang kita lakukan baru saja ini, terutama ini dengan operasi modifikasi cuaca, tentunya didukung dengan yang lain-lain, itu kerugiannya adalah sebesar Rp 6,7 triliun,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat memberikan pernyataan di kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Ia menambahkan bahwa angka tersebut menunjukkan penurunan besar jika dibandingkan dengan dampak ekonomi karhutla lima tahun lalu, tepatnya tahun 2019, saat Indonesia mengalami fenomena El Nino kategori moderat. Pada saat itu, estimasi kerugian mencapai angka yang jauh lebih besar.
“Di tahun 2019, saat itu terjadi El Nino Moderat, itu kerugian yang terjadi akibat karhutla sebesar Rp 75 triliun, ini data dari BNPB,” jelas dia.
Dwikorita menyampaikan bahwa selisih kerugian yang sangat besar antara tahun 2019 dan 2025 menunjukkan efektivitas upaya pengendalian karhutla.
Dari kalkulasi yang dilakukan, diperoleh nilai perbandingan manfaat dan biaya yang luar biasa signifikan.
“Sehingga kalau dihitung cost benefit ratio-nya itu 1.030 banding 1. Jadi manfaatnya itu 1.030 kali lebih besar dari kerugian setelah penanganan karhutla yang dilakukan saat ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerugian yang disebutkan dalam data BNPB tersebut baru mencakup aspek ekonomi saja. Dampak terhadap lingkungan belum masuk ke dalam perhitungan, sehingga nilai kerugiannya berpotensi lebih besar jika ditinjau secara menyeluruh.
“Jadi kerugian yang dihitung tadi, ini sebetulnya datanya dari BNPB. Nah ini terutama kerugian nilai ekonomi, belum memasukkan lingkungan, seperti itu. Jadi ada kerugian ekonomi, tapi juga ada kerugian lingkungan,” imbuhnya.
Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now




