Media Arahbaru
Beranda Politik Setelah Diberi Wayang Istimewa Dari Ki Anom Suroto, Anies Mboyong Keris Istimewa Dari Paguyuban Keris di Solo

Setelah Diberi Wayang Istimewa Dari Ki Anom Suroto, Anies Mboyong Keris Istimewa Dari Paguyuban Keris di Solo

#image_title

Saat kunjungan Anies Baswedan ke Solo tanggal 25 Desember 2022 sempat bertemu dan bersilaturahmi dengan paguyuban pelestari dan pecinta keris di Solo.

Paguyuban itu bernama Paguyuban Sutresno Tosan Aji Nunggak Semi yang beralamat di jl. Parangkesit, Sondakan, Laweyan Solo. Paguyuban ini mengkhususkan untuk nguri-nguri (melestarikan dan mengembangkan) kabudayan (kebudayaan Jawa) dan mengedukasi masyarakat tentang budaya keris.

Pak Anies mendapat hadiah keris dari Bpk Herry Suryo Wibowo selaku Pembina Paguyuban Sutresna Tosan Aji Nunggak Semi.

Keris tersebut berdapur Jalak Budho, bilahnya asli sepuh/TUS Sriwijaya (bisa diuji Carbon dating kalau mau).

Sedangkan Warangkanya sudah diganti dengan Warangka model Sandang Walikat kayu Cendana( karena Warangka aslinya sudah hancur tidak memungkinkan direstorasi) Deder / handle lawas model Konjuk mrenges.

Keris pusaka Jalak Budho sangat tua, berasal dari Sriwijaya pada abad 7 – 9.

Dalam kawruh perkerisan klasik Jawa dikenal ilmu Panangguhing duwung ( memperkirakan tahun, masa pembuatan keris dan Langgam Gaya keris tersebut yang biasanya diasosiasikan dengan kerajaan dimana keris tersebut dibuat oleh Sang Empu).

Literatur kuno tentang panangguhing duwung yang sering dipakai acuan, diantaranya ditulis oleh Mas Ngabehi Wirasoekadga.

Ilmu Panangguhing Duwung ( Kuratorial Keris) Jawa, mendasarkan pada hasil pengamatan dan penilaian objektif komprehensif terhadap aspek-aspek yang ada pada keris tersebut, diantaranya :

  • Jenis dan karakter besi keris tsb.
  • Jenis dan karakter Wojo ( baja) keris tersebut.
  • Jenis dan karakter Pamor Keris tersebut.
  • Detail Garap ricikan keris tersebut.
  • Guwaya (nuansa ekspresi), Wangun Pasikutan dan Langgam Gaya sebagai hasil akhir tampilan keris tersebut.

Identifikasi Menurut ilmu Panangguhing Duwung ( jaman sekarang berkembang menjadi Kuratorial Keris), Keris yang diboyong Pak Anies Baswedan adalah sebagai berikut:

  • Dhapur : Jalak Budho
  • Tangguh : Kerajaan Sriwijaya ( Abad VII sd IX)
  • Pamor : Tiban ( Pola Pamor yang tertampil sederhana apa adanya karena keris tsb dibuat pada masa awal mulai mengenal penggunaan bahan Pamor)
  • Warangka : Sandang Walikat bahan Kayu Cendana ( Warangka sudah bukan aslinya, mengingat Warangka aslinya sudah rusak mengarungi masa lebih dari 1000 tahun)
  • Deder/ handle : Konjuk Mrenges.

Makna Filosofi:
-Keris sebagai Sipat Kandel / reminder garis pemisah antara yang haq dengan yang bathil.

Janjine dudu jimat kemat nanging agunging Gusti kang pinuji”( Ikrar janji pemilik keris bahwa tidak akan menjadikan keris tersebut jimat yang dikeramatkan, namun semata memuji keagungan Gusti Allah Ta’ala atas segala karuniaNya termasuk menurunkan besi bahan keris yang terkandung kekuatan dan manfaat didalamnya. QS. Al Hadid. ayat 25)

  • Filosofi Dhapur Jalak Budho :
    Doa, Ikhtiar, Tawakkal kepada Gusti Allah Ta’ala semata.
  • Tangguh Sriwijaya :
    Adalah Kerajaan Nasional pertama di Nusantara. Berdaulat, kekuasaannya luas dan penuh perhatian kepada perikehidupan rakyatnya.

Raja Balaputradewa bahkan mendirikan perguruan tinggi pertama di Nalanda. Pendiri Candi Borobudur dari Dinasty Syailendra masih kerabat dengan Raja-raja Sriwijaya ini.

Keris istimewa dari Kerajaan Sriwijaya yang termasyhur. Selain Majapahit, Sriwijaya menjadi Kerajaan nusantara yang jaya, agung dan berdaulat.

Join channel telegram arahbaru.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

error: Content Dilindungi Undang Undang Dilarang Untuk Copy!!